Hari ini nganterin Jojo sekolah
One word: Seneng! Hihi, biarpun harus bangun 40 menit lebih pagi.
Jadi hari ini dimulai dengan ngajak ngomong Jojo yang masih tidur. Untungnya masih disautin dan dia hari ini ngga terlalu susah bangun. Malah tanpa disuruh mandi pun, dia udah jalan sendiri kedepan kamar mandi. Lucu, pas bajunya dibuka, bulunya langsung berdiri semua. Kedinginan dia.
Yaudah, proses mandi berjalan lancar. Sampai ketika dia lihat gue bawa baju seragam dia hari ini. Sempet agak cranky, tapi kelihaian gue sebagai ibu membuat dia bisa ketawa - ketawa lagi dan sukses berangkat tanpa rewel (ciyeh gue!).
Pas sampe sekolah, dia sempet ngga mau turun dari mobil, akhirnya dengan sedikit pancingan, bergandengantanganlah kami memasuki sekolah. Begitu masuk sempet sedikit berhenti dan mau kabur keluar, tp, sekali lagi, sukses masuk ke sekolah. Begitu ketemu gurunya, langsung Jojo diserahkan ke gurunya dan Ami pun kabur. Ngintip-ngintip dari luar, dan ternyata anaknya ngga nangis!! Huraaaay... Tempel sticker deh.
Arogansi Pengguna Jalan Raya
Perjalanan berlanjut menuju kantor. Pas sudah sampe di Jalan Raya Bekasi, seperti biasa jalur yang harusnya dipakai kearah Bekasi dipakai sama sejuta umat Bekasi yang mau ke Jakarta. Bedanya, hari ini gue lihat ada satu sepeda yang diklaksonin sama banyak motor karena dia jalan ngga secepat motor (ya iyalah!). Agak kasihan ngelihat pengendara sepeda itu, padahal dia juga jalannya udah dipinggir. Dalam hati sempet bergumam "dasar motor, ngga sabar banget sih!". Tapi gue langsung sadar, gue juga sering begitu. Yah, inilah arogansi pengguna jalan raya.
My "baby" has born!
Yipeeeee. My baby has born. Bukan my real baby tentunya, tapi anak perusahaan kantor gue. Mengingat semua proses pendirian PT ini menjadi tanggung jawab gue, jadi dengan ditandatanganinya akta pendirian hari ini, rasanya seperti melahirkan anak. Senang!
Thank God!
Dari semua yang terjadi hari ini, THANK GOD!!!!!!!
Ami adalah nickname karangan Abang Jojo, si Besar! Seharusnya Mommy, tapi berhubung ribet, si Besar pun menyingkatnya dengan "Ami!". Blog ini adalah bentuk penyaluran si Ami yang suka sekali berbicara. Enjoy!
29 Agustus 2008
28 Agustus 2008
Pemandangan Menyedihkan di Pagi Hari
Pagi ini gue berangkat kerja dengan rute yang biasa, Kelapa Gading - Pulomas - Pulogadung - Cakung. Semua berjalan baik sampai gue lihat pemandangan yang sangat menyedihkan di depan Pulogadung Trade Center (PTC).
Gue lihat serombongan orang, serombongan kecil yang rasanya ngga lebih dari 15 orang, jalan sambil membawa bendera kuning. Di tengah - tengah rombongan itu, ada seorang bapak - bapak menggendong jenazah yang sudah terbujur kaku. Gue ngga lihat jelas, tapi yang pasti jenazah itu ngga dibawa pake keranda (tempat menggusung jenazah tuh namanya keranda bukan? CMIIW). Cuma digendong, terbungkus kain batik dari kepala sampai kaki dan ukuran jenazahnya kecil, mungkin hanya 1 meteran. Gue pikir pasti yang meninggal masih anak - anak.
Since, gue cinta banget sama anak gue, gue sedih banget liat rombongan itu. Somehow, gue bisa berempati sekali sama keluarga yang ditinggalkan. Kenapa ya anak itu bisa meninggal? What has happened to him/her? Kok rombongan yang mengiringi sedikit sekali ya?
Yah, semua akhirnya hanya bisa diakhiri dengan helaan napas dan doa singkat yang teriring.
Gue lihat serombongan orang, serombongan kecil yang rasanya ngga lebih dari 15 orang, jalan sambil membawa bendera kuning. Di tengah - tengah rombongan itu, ada seorang bapak - bapak menggendong jenazah yang sudah terbujur kaku. Gue ngga lihat jelas, tapi yang pasti jenazah itu ngga dibawa pake keranda (tempat menggusung jenazah tuh namanya keranda bukan? CMIIW). Cuma digendong, terbungkus kain batik dari kepala sampai kaki dan ukuran jenazahnya kecil, mungkin hanya 1 meteran. Gue pikir pasti yang meninggal masih anak - anak.
Since, gue cinta banget sama anak gue, gue sedih banget liat rombongan itu. Somehow, gue bisa berempati sekali sama keluarga yang ditinggalkan. Kenapa ya anak itu bisa meninggal? What has happened to him/her? Kok rombongan yang mengiringi sedikit sekali ya?
Yah, semua akhirnya hanya bisa diakhiri dengan helaan napas dan doa singkat yang teriring.
Langganan:
Postingan (Atom)